Divisi Rock Climbing MAWAPALA UIN Walisongo Semarang melakukan kegiatan Praktik Lapangan pada tanggal 22 — 24 Juli 2025 di salah satu tebing yang berada dekat dengan garis Pantai Siung, Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya berada di Dusun Duwet, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 1 kader Rock Climbing yaitu Nuryadi (Kawan Kai) dan 3 pendamping yaitu Syarif Mustofa (Kawan Gotri), Syarifan Zaky (Kawan Kesang), dan Alfiana Khoirunnisa (Kawan Pillow). Kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan keterampilan serta pengaplikasian materi panjat tebing (Rock Climbing) kepada kader yang baru pertama kali melakukan pemanjatan. Materi yang di aplikasikan pada kegiatan Praktik Lapangan kali ini meliputi Runner to Runner atau secara umum dikenal sebagai panjat dengan yang jalur yang sudah memiliki penambat, Top Cleaning sesuai dengan namanya yaitu membersihkan area atas agar tidak ada alat yang tertinggal, Artificial Climbing mudahnya yaitu pemanjatan dengan memasang tambatan pengaman pada tebing secara mandiri, Rappelling yaitu pemanjatan dengan seutas tali, Hanging Belay yang merupakan upaya mengamankan pemanjat dari tengah maupun atas tebing, serta Pemetaan Jalur pada tebing yang telah dilakukan pemanjata.

Kami melakukan pemanjatan di Tebing Siung lebih tepatnya pada blok D dengan mengaplikasikan beberapa materi seperti artificial climbing dan hanging belay sekaligus dengan top cleaning. Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing, Kawan Gotri sebagai belayer, Kawan Kai sebagai pemanjat (leader), Kawan Pillow bertugas sebagai pengukur data topografi tebing dan Kawan Kesang bertugas sebagai dokumentasi selama kegiatan. Aplikasi pertama yang kami lakukan menggunakan 10 pengaman dengan memakai berbagai alat sisip seperti hexa, stopper, dan sling. Setelah itu, dilanjut dengan hanging belay dimana Kawan Kai sebagai leader melakukan hanging belay guna mengamankan Kawan Gotri selaku belayer pertama menjadi pemanjat kedua, kegiatan tersebut dilakukan hingga top tebing dan ditutup dengan rappeling secara bergantian sekaligus dengan pengaplikasian materi top cleaning guna merapihkan semua alat yang dipakai ketika melakukan pemanjatan.

Pemanjatan kedua dilakukan disamping jalur pemanjatan pertama tetapi tetap di tebing blok D dengan pengaplikasian materi berbeda yaitu runner to runner dan top cleaning dengan target top hanger yang berkisar 5 hanger. Pemanjatan kali ini kami menggunakan teknik pemanjatan runner to runner. Sembari melakukan pengukuran serta menghitung topografi tebing yang dilakukan saat pemanjatan, ditutup dengan pengaplikasian materi top cleaning dan rappeling, setelah kader selesai melakukan pemanjatan, kader juga di ajarkan menjadi belayer yang baik dan benar seperti 5 step for belayer juga selalu memperhatikan dan berkomunikasi dengan leader ketika melakukan pemanjatan.

Selain guna mengasah keterampilan dan pengetahuan Kader dalam menguasai materi Rock Climbing juga guna mengetahui topografi yang ada di tebing dan bisa mengetahui infografis yang ada di Tebing Siung tersebut meliputi macam-macam batuan yang ada di tebing, bagian-bagian tebing, hambatan apa saja yang ada di tebing tersebut, mengetahui pijakan serta pegangan seperti apa saja yang ada di tebing tersebut, ketinggian tebing tersebut, flora fauna yang ada di sekitar tebing tersebut, dan masih banyak lagi informasi yang bisa diambil ketika melakukan pemanjatan di tebing siung. Kegiatan ini ditutup dengan wawancara kepada salah satu warga lokal yang bermukim di area Tebing Siung yang dimana hal tersebut juga menambah bahwa kegiatan Praktik Lapangan ini tidak hanya sekadar mengasah keterampilan pemanjatan tetapi juga mengenal dengan jelas antropologi dan topografi yang berada di Tebing Siung.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *