Jumat, 21 November kami melakukan kegiatan Spesialisasi Divisi Gunung Hutan yang dilaksanakan di Gunung Raung Via Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh angkatan Varsha Purnima yang beranggota 5 orang yaitu, Nuryadi (Kawan Kai), Isti Qomah (Kawan Sera), Ahmad Raihan (Kawan Beyes), Shafa Vanida (Kawan Seruni), Siti Alfiatur (Kawan Danta) serta didampingi oleh Pengurus yaitu, Alvi Wulan (Kawan Genya), Alfiana Khoirunnisa (Kawan Pillow), dan Akhmad Arifin (Kawan Olos). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan materi Gunung Hutan, khususnya manajemen perjalanan dan praktik navigasi darat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan observasi guna mengetahui sejarah tempat kegiatan. Tidak hanya pendakian pada umumnya, pada kegiatan ini kami mengaplikasikan beberapa materi yang sudah kami dapatkan seperti contoh Navigasi Darat, MPRG (Manajemen Perjalanan Rimba Gunung), dan Plotting Jalur.


Pada hari yang telah ditentukan kami melakukan pendakian menuju Gunung Raung dan mengaplikasikan beberapa materi yang pertama dimulai dari navigasi darat. Navigasi Darat merupakan teknik penentuan posisi kita dari awal perjalan sampai tujuan perjalanan atau menentukan tujuan yang dituju pada peta atau medan sebenarnya dengan resection, intersaction, dan orientasi medan. Kami melakukan resection dimulai dengan mengutarakan peta, kemudian membidik 2 tanda medan yang saling bersilangan, setelah itu kita mendapatkan titik perpotongan, yang menunjukkan titik dimana kita berada. Setelah itu, kami mencari sudut pergerakan yang menjadi arah penetu untuk kita melanjutkan perjalanan.


Aplikasi materi kedua, kami melakukan plotting jalur di Gunung Raung sebagai bahan pembuatan peta secara manual maupun digital. Plotting jalur dilakukan dengan cara memberi tanda pada avenza dan GPS setiap 200 meter perjalanan. Tujuan dari plotting jalur adalah untuk menentukan rute pendakian secara akurat dan menyediakan informasi terkait elevasi, jarak, dan titik-titik penting seperti, shelter dan lain sebagainya. Perjalanan dari basecamp sampai ke pos 1 membutuhkan waktu yang cukup lama karena kami harus melewati beberapa desa dan perkebunan kopi milik warga setempat. Perjalanan jauh yang kami tempuh inilah cukup membuat mental kami teruji.


Tidak sampai disitu perjalanan menuju pos 2 juga sangat menguji mental kami, kami juga mengaplikasikan materi MPRG merupakan rencana awal sebelum kita melakukan kegiatan atau perjalanan suatu tempat. Materi ini sangat penting karena kegiatan yang kita lakukan membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang. Sehingga meminimalisir risiko yang akan terjadi. MPRG juga membutuhkan perecanaan juga persiapan, kita juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kondisi fisik, mental, dan etika dalam melakukan pendakian. Adanya menejemen perjalanan ini membuat kami siap untuk melakakun perjalanan menuju pos berikutnya karena persiapan segala hal telah dipersiapkan sebelumnya.


Setiap perjalanan kami juga melakukan observasi terhadap tempat-tempat yang sudah kami lewati dengan mengamati tanaman atau tanda medan yang mendominasi daerah tersebut, seperti wilayah vegetasi yang masih terbuka, banyak pohon cemara yang mendominasi, vegetasi yang tertutup, serta suara hewan – hewan yang terdengar pada wilayah tertentu saja. Bukan hanya itu saja yang kami amati, kami juga sering bertemu dengan kawanan monyet pada beberapa wilayah tertentu. Kami juga menemukan tumbuhan edelweis yang masih hidup pada daerah puncak yang hanya berisi batuan dan pasir. Observasi tidak hanya dilakukan pada jalur pendakian saja tetapi juga dilakukan melalui wawancara dengan berbagai informan. Kami melakukan wawancara dengan pengelola pihak basecamp Raung via Sumberwringin, kemudian warga desa yang dianggap sebagai juru kunci, serta warga setempat yang dianggap paham dengan sejarah jalur pendakian gunung raung via sumberwringin.


Hasil dari kegiatan Spesialisasi Gunung Hutan dapat menghitung setiap koordinat pada setiap pos secara manual, adapun hasilnya sebagai berikut.


No Nama Objek Titik Koordinat Ketinggian (MDPL) Jarak (M)  
Lintang Selatan (LS) Bujur Timur (BT)  
1 Basecamp Raung 7°58’57” LS 113°58’50” BT 725 0  
 
2 Pos 1 Pondok Motor 8°01’06” LS 114°42’03” BT 1159 6250 M  
 
3 Pos 2 Pondok Ojek 8°03’01” LS 114°01’55” BT 1540 1625 M  
 
4 Pos 3 Pondok Sumur 8°04’40” LS 114°02’35” BT 1817 5500 M  
 
5 Pos 4 Pondok Tonyok 8°05’17” LS 114°02’58” BT 2244 1425 M  
 
6 Pos 5 Pondok Demit 8°05’28” LS 114°03’06” BT 2368 450 M  
 
7 Pos 6 Pondok Mayyit 8°05’57” LS 114°03’28” BT 2612 450 M  
 
8 Pos 7 Pondok Angin 8°06’17” LS 114°03’25” BT 2840 450 M  
 
9 Pelewangan 8°06’23” LS 114°03’28” BT 3079 375 M  
 
10 Puncak 8°06’38” LS 114°03’32” BT 3332 500 M  
 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *