
KRONOLOGI KEGIATAN PENDIDIKAN LANJUT DIVISI RAFTING MAWAPALA 2018
Jumat, 11 Mei 2018. Upacara pemberangkatan dilaksanakan di lapangan sepak bola di depan Basecamp Mawapala UIN Walisongo Semarang pada pukul 15.00 WIB, serta upacara digabung dengan divisi Rock Climbing. Upacara pemberangkatan diikuti oleh pengurus Mawapala, Kawapala, dan warga muda serta warga penuh Mawapala. Upacara ini berlangsung dengan lancar, walaupun sedikit terlambat.
Sabtu, 12 Mei 2018, pukul 08.30 WIB kami berkumpul di Basecamp Mawapala untuk mengecek semua peralatan yang akan dibawa dan menunggu para peserta yang akan ikut dalam pendidikan lanjut divisi Rafting. Setelah semua berkumpul dan peralatan sudah siap, dilakukan briefing terlebih dahulu sebelum pemberangkatan mengenai jalur yang akan dilewati. Pukul 11.05 WIB dilakukan pemberangkatan dan sampai tempat jogja Rafting pukul 13.45 WIB. Sampai di tempat kegiatan para kader mengurus perizinan kegiatan dan menghubungi pihak Jogja Rafting dan peserta melakukan sholat Dzuhur-Ashar dan makan siang hingga pukul 17.00 WIB. Pukul 17.00 WIB kami mendirikan Dome berjumlah tiga buah untuk tempat beristirahat dan dilanjut dengan sholat Maghrib-Isya dan makan malam yang dibuat oleh Rahma Devia Aninda(kawan Jumar) dan Vina Nafiatul(kawan Pelem) yang dibantu oleh lainnya sampai pukul 21.15 WIB. Setelah selesai makan malam, kami melakukan briefing mengenai kegiatan pendidikan lanjut yang akan dilaksanakan esok harinya. Pukul 22.25 WIB kami tidur malam di dalam Dome yang telah dibuat.
Minggu, 13 Mei 2018. Kami bangun pagi pukul 05.00 WIB kemudian melaksanakan sholat shubuh dan dilanjut packing alat-alat yang dikordinir oleh Atsnan Mahmudi(kawan Tripan) dan Dwi Uji Hastuti(Rakuti), Muhammad Hisyam(kawan Tatang) dan Yolla(kawan Cemplan) membeli sarapan pagi. Pukul 06.15 WIB kami melakukan olahraga pagi meliputi pemanasan, perenggangan, dan lari kecil, setelah itu kami sarapan pagi bersama. Pukul 08.20 kami melakukan perjalanan menuju starting point Sungai Progo Atas (Perumahan Tuk Songo) menggunakan angkot yang telah disewa. Pukul 08.50 WIB kami melakukan persiapan mengenai perlengkapan yang akan dibawa dalam pengarungan mulai dari perlengkapan pribadi maupun tim. Pukul 08.50 WIB kami melalakukan pengarungan pertama dengan menggunakan dua perahu terdiri dari Lead Boat dan Sweep Boat. Lead boat ditumpangi oleh 4 orang kader dan 2 orang pendamping yaitu kawan Kancil dan kawan Pecel. Sweep boat ditumpangi oleh 7 orang peserta yaitu Muhammad Arif Mustofa(kawan Kelek), Faqo Difa’i(kawan One Poko), Nandi Setiawan(kawan Kijang), Rahma Devia Aninda(kawan Jumar), Vina Nafiatul(kawan Pelem), Hanna Ni’matul Izzah(kawan Celup) dan Sholikhati ayuningtyas(kawan Rakiti). Kegiatan dalam pengarungan pertama meliputi beberapa materi. Pertama, check body dengan renang jeram aggresive dan defensive yang dilakukan seccara bergantian oleh para kader dan peserta di jeram pendek yang terdapat di starting point. Kedua, para kader mengaplikasikan materi tentang dayungan awak, seperti dayung maju, dayung mundur, dayung tarik, dayung tolak dan dayung pancung.
Lalu para kader diwajibkan jadi skipper yang dilakukan bergantian untuk mengendalikan arah perahu dan mempraktikan beberapa teknik dayungan skipper seperti J Stroke, C Stroke, L Stroke, Block dan Scalling, kemudian para kader melakukan dayungan dengan arah up stream dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh kekompakkan para kader dalam dayungan . Ketiga, para kader mengaplikasikan ride and run dari atas perahu yaitu membaca beberapa jeram pendek maupun panjang yang ada di jalur pengarungan bertujuan untuk mengetahui jalur mana yang akan dilewati agar tidak terjadi sesuatu. Keempat, para kader mengaplikasikan materi flip-flop beberapa kali di pengarungan, flip-flop dilakukan dengan 2 perahu yaitu Dwi Uji Hastuti(kawan Rakuti) dengan Muhammad Hisyam(kawan Tatang) dan Atsnan Mahmudi(kawan Tripan) dengan Yolla(kawan Cemplan). Kelima, para kader mengaplikasikan materi Rescue dengan menyelamatkan korban dengan throw rope ataupun dengan mengangkat korban menuju atas perahu dengan menarik bagian pelampung korban, pada saat pengaplikasian materi Rescue secara bergantian kami melakukan rescue satu sama lain. Keenam, para kader mengaplikasikan materi pemetaan jeram meliputi pengukuran sudut dan kemiringan (gradien) sungai, morfologi jeram sungai, dan lebar sungai, serta panjang jeram.
Pada saat pemetaan jeram kawan Tatang sebagai Shooter, kawan Tripan sebagai Stasioner, kawan Rakuti sebagai pengisi form, dan kawan Cemplan sebagai Deskriptor. Dalam pengarungan pertama mengalami beberapa kendala, terutama dari turunnya debit air Sungai Progo Atas, sehingga banyaknya jeram yang hilang dan sungai yang flat. Dimana para kader harus lebih banyak mengaplikasikan materi dayungan dan skipper dan pada saat pemetaan jeram mengalami kesulitan karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh para kader dan kadiv sehingga banyak menghabiskan waktu pengarungan dan pengarungan pertama selesai di titik akhir Jembatan Babrik hingga pukul 15.20 WIB. Pukul 15.20 WIB, kami melakukan perjalanan dari Jembatan Babrik menuju starting point Sungai Elo. Pukul 15.50 WIB, dimulai pengarungan kedua dari starting point Sungai Elo karena Sungai Progo Atas debit air berkurang dan banyak flat.
Pengarungan kedua, para kader hanya melakukan pengaplikasian materi dayungan karena waktu sudah mulai sore dan mengambil titik akhir adalah track pendek di Jembatan, selesai hingga pukul 17.43 WIB. Pukul 17.43 WIB, kami kembali menuju starting point Sungai Elo. Pukul 17.56 WIB, kami melakukan packing alat-alat yang sudah selesai digunakan dan bersih-bersih kemudian dilanjut melaksanakan sholat Maghrib-Isya. Pukul 19.05, kami melakukan perjalanan pulang menuju Basecamp Mawapala dan sebelum pulang dilakukan breafing terlebih dahulu dan doa bersama, perjalanan dimulai hingga pukul 23.20 sampai di Basecamp Mawapala dengan selamat.
Tinggalkan Balasan