{"id":1203,"date":"2022-09-13T15:40:06","date_gmt":"2022-09-13T08:40:06","guid":{"rendered":"http:\/\/mawapala.org\/2022\/09\/13\/menapaki-jalur-tertua-gunung-lawu-cemoro-kandang-dan-jalur-baru-tambak\/"},"modified":"2023-05-07T16:23:43","modified_gmt":"2023-05-07T09:23:43","slug":"menapaki-jalur-tertua-gunung-lawu-cemoro-kandang-dan-jalur-baru-tambak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/2022\/09\/13\/menapaki-jalur-tertua-gunung-lawu-cemoro-kandang-dan-jalur-baru-tambak\/","title":{"rendered":"Menapaki Jalur Tertua Gunung Lawu (Cemoro Kandang dan Jalur Baru Tambak)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\">Mahasiswa Walisongo Pencinta Alam atau yang dikenal Mawapala adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berkecimpung dalam bidang kepencintaalaman yang dinaungi oleh UIN Walisongo Semarang. Dalam prakteknya Mawapala memiliki 5 divisi yaitu Gunung Hutan, Rock Climbing. Rafting, Caving, dan Konsevasi Lingkungan Hidup (KLH).<br \/>Mawapala memiliki beberapa syarat dan ketentuan untuk Warga Muda agar dapat dibait menjadi Warga Penuh. Beberapa tahap yang harus kami lakukan ialah Pendidikan Dasar, Pendidikan Lanjut, Masa Bimbingan, Praktek Lapangan, Spesialisasi Divisi, Pengembaraan, dan yang terakhir ialah Pembuatan Tahap awal yang kami lalui yaitu Pendidikan Dasar yang terlaksana pada tanggal 05-12 November 2021 di Lereng Gunung Ungaran dan berhasil melantik 20 anggota, dan angkatan kami diberi nama Tirta Sananta yang artinya Mata Air yang Terbentuk. Tahap selanjutnya yang harus kami lewati yaitu Pendidikan Lanjut, dimana semua Warga Muda mencoba semua Divisi yang ada di Mawapala yaitu Gunung Hutan, Rock Climbing, Rafting, Caving dengan rentang waktu 1 bulan. Setelah melaksanakan Pendidikan Lanjut kami masuk kedalam Divisi masing-masing sesuai dengan minat dan bakat kami. Masa Bimbingan adalah tahap yang harus kita lakukan setelah Pendidikan Lanjut, di Masa Bimbingan ini kami di latih serta di bimbing oleh Kadiv masing-masing alama 1 bulan. Setelah itu kami melaksanakan Praktek Lapangan yang pengaplikasiannya dengan materi-materi yang telah diberikan oleh Kadiv serta kami pelajari. tahap pertengahan kami melaksanakan Spesialisasi Divisi menurut divisi masing-masing. Tahap yang harus kita tempuh masih ada pengembaraan dan pembaiatan.<br \/>Dalam tahap Spesialisasi Divisi kami dari Divisi Gunung Hutan memilih Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah sebagai tempat menerapkan aplikasi materi yang kami pelajari. Adapun materi yang kita terapkan yaitu MPRG, Navigasi Darat, Peralatan dan Perbekalan, serta Observasi. Kami yang beranggotakan 4 orang kader dan 4 pendamping yaitu Arief Susila Budi (Kawan Landung), Aysah Putri Arifia (Kawan Hexa), Hanifatun Nabilah (Kawan Aloka), dan Lutfi Ulu Mudin (Kawan Gembeng). Adapun pendamping yang mendampingi kegiatan kami yaitu Fitriah Nurhayati (Kawan AC), Faizal Nur Rohman (Kawan Crab), Ahmad Sofyan Ramadhan (Kawan Sutet), dan Hamdani (Kawan Arang)<br \/>Dalam menerapkan materi MPRG kami melaksanakan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan juga evaluasi, adapun dalam materi peralatan dan perbekalan kami mempersiapkan peralatan dan juga mengatur perbekalan kami sewaktu kegiatan sesuai dengan SOP pendakian Navigasi Darat yang kami lakukan ada 2 macam yaitu secara manual dan secara digital.Kami melakukan Resection di setiap Pos yang kami lalui agar mendapat titik koordinat dan juga memastikan titik kita berada pada saat itu, Resection sendiri yaitu membidik dua tanda medan dan di Tarik garis lurus di peta untuk mendapat titik perpotongan yang Mana titik itu adalah lokasi kita berada pada saat itu. Adapun obervasi yang dilakukan hanya kami di Basecamp Tambak, yaitu dengan metode wawancara terhadap Kepala Dusun Tambak dan juga pihak Pengelola Basecamp Tambak<br \/>Adapan Hasil dari kegiatan Spesialisasi Divisi yaitu Plotting jalur dengan menemukan<br \/>koordinat tiap Pos, adapun hasil Ploring jalur secara manual yaitu:<br \/>Basecamp Cemoro Kandang 07\u00b0 39 47\u201dLS &#8211; 111\u00b0 11 13\u201dBT dengan ketinggian 1917 Mdpl<br \/>Pos 1 Taman Sari Bawah 07\u00b0 39 03\u201dLS &#8211; 111\u00b0 1118\u201dBT dengan ketinggian 2208 Mdpl<br \/>Pos 2 Taman Sari Atas 07\u00b0 38 33\u201dLS &#8211; 111\u00b0 11 16\u201dBT dengan ketinggian 2478 Mdpl<br \/>Pos 3 Penggik 07\u00b0 38 06\u201dLS &#8211; 111\u00b0 11 04\u201dBT dengan ketinggian 2852 Mdpl<br \/>Pos 4 Cokro Suryo 07\u00b0 37 55\u201dLS &#8211; 111\u00b0 11 11\u201dBT dengan ketinggian 3144 Mdpl<br \/>Pos 5 Perempatan 07\u00b03730\u201dLS &#8211; 111\u00b01140\u201dBT  dengan ketinggian 3175 Mdpl<br \/>Puncak Hargo Dumilah 07\u00b0 37 38\u201dLS &#8211; 111\u00b0 11 39\u201dBT dengan ketinggian 3268 Mdpl<br \/>Hargo Dalem 07\u00b03729\u201dLS &#8211; 111\u00b01148\u201dBT dengan ketinggian 3155 Mdpl<br \/>Pos 5 Suket Kuning 07\u00b03749\u201dLS &#8211; 111\u00b01054\u201dBT dengan ketinggian 3850 Mdpl<br \/>Pos 4 Tlogo Batok 07\u00b03754\u201dLS &#8211; 111\u00b01025\u201dBT dengan ketinggian 2464 Mdpl<br \/>Pos 3 Cemoro Dowo 07\u00b03802\u201dLS &#8211; 111\u00b01004\u201dBT dengan ketinggian 2162 Mdpl<br \/>Pos 2 Aruh 07\u00b03807\u201dLS &#8211; 111\u00b00926\u201dBT dengan ketinggian 1858 Mdpl<br \/>Pos 1 Kilban 07\u00b03807\u201dLS &#8211; 111\u00b00853\u201d BT dengan ketinggian 1582 Mdpl<br \/>Basecamp Tambak 07\u00b03807\u201dLS &#8211; 111\u00b00804\u201dBT dengan ketinggian 1164 Mdpl<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Panitia Spesialisasi Divisi Gunung Hutan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Walisongo Pencinta Alam atau yang dikenal Mawapala adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berkecimpung dalam bidang kepencintaalaman yang dinaungi oleh UIN Walisongo Semarang. Dalam prakteknya Mawapala memiliki 5 divisi yaitu Gunung Hutan, Rock Climbing. Rafting, Caving, dan Konsevasi Lingkungan Hidup (KLH).Mawapala memiliki beberapa syarat dan ketentuan untuk Warga Muda agar dapat dibait menjadi Warga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[2,4],"tags":[],"class_list":["post-1203","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-divisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1203"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1307,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1203\/revisions\/1307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}