{"id":403,"date":"2018-10-16T03:23:01","date_gmt":"2018-10-15T20:23:01","guid":{"rendered":"http:\/\/mawapala.org\/?p=403"},"modified":"2023-05-07T16:42:05","modified_gmt":"2023-05-07T09:42:05","slug":"pengembangan-divisi-rock-climbing-tebing-siung-dan-tebing-parang-endog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/2018\/10\/16\/pengembangan-divisi-rock-climbing-tebing-siung-dan-tebing-parang-endog\/","title":{"rendered":"PENGEMBANGAN DIVISI ROCK CLIMBING : Tebing Siung dan Tebing Parang Endog"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-404\" src=\"https:\/\/mawapalauinsmg.files.wordpress.com\/2018\/10\/pkd-rc.jpg\" alt=\"pkd RC\" width=\"6000\" height=\"4000\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Pada tanggal 27 Juli 2018 Pengembangan Divisi \u00a0<em>Rock Climbing<\/em> Mawapala melaksanakan kegiatan pemanjatan di tebing Siung dan Tebing Parang Endog yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti oleh 2 orang kader Rock Climbing yaitu kawan Darling dan kawan Boyo serta didampingi oleh kepala divisi kawan beta dan pendamping lainnya yaitu kawan SD, kawan Poko dan Kawan Salto.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Pengembangan Divisi merupakan tahap bagi warga muda Mawapala\u00a0 menuju\u00a0 pembaitan menjadi Warga Penuh Mawapala.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Pemanjatan ini dilakukan selama 3 hari yang berada di dua tempat yaitu Tebing Siung dan Tebing Parangendog.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Tebing Siung berada di Pantai Siung yang mana berada di wilayah terpencil kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya 70 km dari pusat kota Yogyakarta. Di Pantai Siung ini terdapat 250 jalur panjat tebing yang biasa digunakan bagi para climber untuk beraktivitas pemanjatan tebing. Kader Pengembangan Divisi Mawapala melakukan pemanjatan ditebing Siung di blok E dan F pada hari sabtu dan minggu materi yang di aplikasikan di blok E dan F adalah <em>Runner To Runner<\/em> dan <em>Top Cleaning, <\/em>Target yang harus dicapai adalah Top.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Selanjunya dihari berikutnya pemanjatan dilakukan di Tebing Parang Endog. Tebing Parang Endog merupakan tebing sebelah selatan kota Yogyakarta yang cukup familiar bagi para para pemanjat. Tebing Parang Endog menawarkan berbagai variasi jalur dengan berbagai tingkat kesulitan, baik untuk pemanjatan sport maupun pemanjatan <em>artificial.<\/em> Pemanjatan di Parang Endog dilaksanakan selama 2 hari yaitu hari Senin dan hari Selasa.\u00a0 Disini kader Rock Climbing melaksanakan aplikasi <em>artificial climbing<\/em> dan <em>Runner to Runner<\/em> .<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Meski masih terdapat banyak kekurangan, namun pengembangan divisi Rock Climbing ini diharapkan menjadi pengetahuan baru serta pengalaman medan bagi kader Rock Climbing sendiri.<strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 27 Juli 2018 Pengembangan Divisi \u00a0Rock Climbing Mawapala melaksanakan kegiatan pemanjatan di tebing Siung dan Tebing Parang Endog yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti oleh 2 orang kader Rock Climbing yaitu kawan Darling dan kawan Boyo serta didampingi oleh kepala divisi kawan beta dan pendamping lainnya yaitu kawan SD, kawan Poko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[4,6],"tags":[],"class_list":["post-403","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-divisi","category-kegiatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1380,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403\/revisions\/1380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mawapala.walisongo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}